Sering Ditanyakan, Inilah 4 Pertanyaan Seputar Alergi Susu Sapi 

Pertanyaan seputar alergi susu sapi sering ditanyakan oleh para ibu karena hal ini mungkin terjadi pada sang buah hati. Susu sapi menjadi nutrisi pelengkap bagi si kecil untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Seperti diterangkan di situs Cek Alergi, alergi susu sapi sebenarnya bisa diatasi dengan pemberian susu lain sebagai alternatif. 

 

  • Bagaimana Ciri-Ciri Alergi Susu Sapi

 

Setiap bayi mungkin akan menampilkan ciri atau gejala yang berbeda-beda. Beberapa ciri yang mungkin muncul antara lain hidung berair, muntah, bersin,mata berair, diare, muka membengkak, kulit di sekitar mulut muncul ruam, garuk-garuk karena gatal, sering menangis, berat badan sulit naik, susah makan, konstipasi, hingga eksim. 

Ciri tersebut tidak muncul secara bersamaan, melainkan hanya satu atau beberapa ciri karena pada dasarnya setiap bayi memiliki kondisi tubuh atau kesehatan yang berbeda-beda. Beberapa bayi mungkin akan menunjukkan reaksi langsung setelah minum, tapi ada yang membutuhkan waktu untuk muncul ciri-ciri tersebut. 

Apabila setelah minum susu sapi, muncul ciri tersebut maka Anda patut mencurigainya dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, apakah benar ciri tersebut merupakan gejala alergi terhadap susu satu atau bukan.

 

  • Mengapa Bisa Alergi Susu Sapi?

 

Pertanyaan seputar alergi susu sapi pada bayi yang lainnya adalah mengenai penyebabnya. Terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya alergi susu sapi pada bayi. Faktor yang pertama adalah riwayat keluarga. Umumnya, jika orang tua memiliki riwatar eksim, demam, asma maka bisa menjadi penyebab alergi.

Faktor lain yang turut berperan terhadap alergi susu sapi pada bayi ini adalah cara mekahirkan, asupan zat gizi (baik dalam kandungan atau setelah lahir), perubahan bakteri yang ramah dalam tubuh bayi hingga paparan racun. Pada dasarnya, setiap bayi memberikan reaksi yang berbeda terhadap faktor penyebab tersebut. 

 

  • Bagaimana Memberikan Nutrisi Lengkap Tanpa Susu Sapi?

 

Susu sapi memang memililiki nutrisi yang cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan tubuh si kecil. Akan tetapi, jika sang anak memiliki alergi terhadap susu sapi maka kita harus menghentikan pemberian susu sapi agar gejala alergi tidak kembali kambuh. Solusi tepat untuk masalah ini adalah memberikan susu yang terbuat dari bahan lain.

Sekarang ini, Anda bisa dengan mudah menemukan susu yang terbuat dari kedelai atau yang sering disebut sebagai susu soya. Susu tidak tidak mengandung protein hewani yang terdapat pada susu sapi sehingga aman untuk kesehatan sang buah hati. Mereka juga akan mendapatkan nutrisi yang lengkap dari susu soya.  

 

  • Apa Perbedaannya dengan Intoleransi Laktosa?

 

Sebagian besar orang mungkin akan mengalami kesulitan dalam membedakan antara alergi susu sapi dengan intoleransi laktosa, ternyata keduanya memang berbeda. Intoleransi laktosa terjadi saat bayi mengalami kesulitan dalam mencerna laktosa sebagai gula alami yang ada pada susu, bahkan ASI.

Intoleransi laktosa dapat menyebabkan masalah pencernaan karena tubuh tidak dapat mencerna laktosa dengan baik. Sedangkan, alergi susu sapi menyebabkan muncul beberapa tanda atau gejala alergi. 

Alergi susu sapi dimana alergi ini terjadi karena reaksi sistem kekebalan tubuh si kecil terhadap salah satu protein yang ada pada susu formula. Jadi, yang bermasalah di sini bukan pencernaan tapi sistem kekebalan si kecil. 

Demikian informasi mengenai beberapa pertanyaan seputar alergi susu sapi yang sering ditanyakan oleh para ibu. Susu formula menjadi salah satu nutrisi tambahan yang bisa mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, Anda harus menyesuaikan pemilihan susu formula dengan kondisi sang buah hati. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *